Wednesday, July 09, 2014 

Kadaluarsa menilai kinerja

Kadaluarsa biasanya mengacu pada waktu atau masa dan memiliki makna waktu selesai.
Bila suatu produk makanan memasuki masa kadaluarsa maka tidak boleh dikonsumsi maupun diedarkan, dan menurut peraturan perundangan yang berlaku produk yang sudah kadaluarsa dilarang diperjualbelikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan atau disingkat Badan POM adalah sebuah lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia.

Bagaimana dengan kata "kadaluarsa" bila diterapkan pada suatu kinerja, semisal diambil contoh menilai kinerja Kepala Dinas. Sangat diperbolehkan bila teori Kadaluarsa diterapkan kepada Kepala Dinas misalnya dan ini bisa memicu semangat kerja dan juga profesionalitas serta tanggung jawab.

Kita amat tahu sebagian besar kinerja pemerintah daerah amat buruk ini dikarenakan kepala pemerintahan dan juga jajarannya tidak menerapkan kata "Kadaluarsa" dan bisa terlihat kepala dinas hanya nyaman bekerja didepan meja dibanding turun kelapangan melihat kondisi sesungguhnya. Amat jarang dan bisa dihitung dengan jari kepala dinas yang turun kelapangan.

Masih ingat dengan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya tahun 2007, beliau adalah Ibu Tri Rismaharini yang asli dari Kediri. Di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala DKP kala itu, kota Surabaya terlihat rapi dan juga bersih karena beliau selalu turun kelapangan setiap hari untuk melihat kondisi dan keadaan di kotanya. Sikap tegas dan berani yg dimiliki bu Risma menjadikan bawahannya selalu sigap, takut bahkan malu bila kerjanya kurang benar.
Bila disuatu tempat ibu Risma mendapati banyak sampah yang masih menumpuk detik itu juga beliau memerintahkan bawahannya datang kelokasi untuk membersihkan dan ditungguin hingga selesai. Jangankan menungguin pekerjaan bawahannya sampai selesai, beliau bahkan turun langsung membersihkan sampah meskipun jabatannya adalah Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Semangat kerja dan memiliki tanggung jawab pasti dimiliki pemimpin yang amanah.


Memperhatikan perilaku pejabat yang masih kurang memiliki tanggung jawab maka batas waktu atau Kadaluarsa harus diterapkan oleh pemimpin baik pemimpin daerah, pemimpin provinsi maupun pemimpin negara. Kenapa batas waktu atau kadaluarsa bisa atau harus diterapkan, agar pejabat memiliki rasa tanggung jawab dan mental bekerja bisa dilakukan. Baru baru ini terdengar Revolusi Mental sedang gencar diwacanakan, sangat masuk akal karena negeri ini sudah harus memiliki pejabat pejabat yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh.

Tidak salah bila Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memarahin Dinas PU; "Saya minta ditambal saja, enggak ditambal juga. Udah ngamuk-ngamuk di depan umum baru ditambal. Jadi PU kerjanya apa? Jalan inspeksi Raden Saleh, Sentiong, Kanal Banjir Barat di Tanah Abang, semuanya mana yang hasil kerja PU? Enggak ada," kata beliau.
Bagaimana muka Kepala Dinas PU hingga dicaci maki atasannya, apa sudah tidak memiliki rasa malu atau rasa bekerja ? Mungkin.

"Jujur saja ya, saya sampai tanya ke pegawai Dinas PU, apakah kalian sengaja ngajak saya ribut? Apa ada sabotase? Ada pemboikotan? Kasih tahu saya, yang sudah dikerjakan PU selama saya 20 bulan di sini itu apa saja?," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (8/7) (merdeka dot com).
Asbak punya Gubernur akan selalu dibersihkan sendiri.

Hanya segelintir pejabat yang amanah dan banyak sekali para pejabat memiliki mental buruk dalam bekerja. Saatnya Revolusi Mental diterapkan.

Wednesday, July 02, 2014 

Kado untuk Jokowi

Jokowi merupakan Gubernur DKI Jakarta non aktif dan calon Presiden Indonesia ini paling banyak menerima kado ulang tahun dari sebagian rakyat Indonesia, meskipun Joko Widodo sendiri tidak pernah punya tradisi merayakan ulang tahunnya.

Kemarin tepat tgl 21 Juni merupakan hari spesial dan aksi memberi kado ulang tahun dilakukan oleh para relawan Jokowi-JK dengan cara melakukan bersih-bersih yaitu aksi sapu jalan dan membersihkan sampah pada sejumlah tempat keramaian seperti pasar juga fasilitas umum. Tidak hanya relawan saja, para pendukung calon presiden no.2 ini juga memberikan kado ultah unik berupa ucapan selamat, do'a juga syair lagu. Aksi memberi kado ulang tahun tidak hanya dilakukan para relawan juga pendukung namun banyak artis juga politikus turut memberikan ucapan. Kado untuk Jokowi pun paling banyak.

Seminggu sudah aksi memberi kado masih berlanjut dan benar kado yang diterima Jokowi masih diberikan berupa kado Kampanye Hitam dengan beredarnya tabloid Martaba, yang mirip dengan tabloid Obor Rakyat. Joko Widodo sendiri tidak pernah punya tradisi merayakan ulang tahunnya dan kado pun selalu diberikan terus menerus sebelum ulang tahun Jokowi. Bisa dilihat sebelum dan sesudah hari ulang tahun Jokowi, hampir semuanya kado yang diberikan adalah kado terburuk. Jauh sebelum tabloid Obor Rakyat disebar secara cuma cuma, kado terburuk diberikan oleh Caleg DPR RI dari Partai Demokrat yaitu Hasnaeni dengan mengajak warga bilang "Jokowi Jelek".

Kado untuk Gubernur DKI Jakarta non aktif  paling banyak diberikan, selaras dengan gaya Jokowi yang sederhana, pekerja keras juga amanah maka semua kado "buruk" yang diterima hilang begitu saja tanpa bekas.


Saya masih Golput hingga lima tahun kedepan, Pemilu Presiden 2014 tidak akan masuk bilik suara untuk memberikan hak suara dan memasukkan ke kotak suara. Meskipun masih Golput tanpa mencoblos, hati nurani yang murni kumiliki akan memberikan support ke calon Presiden yang Lurus perilakunya, amanah, bekerja untuk kebaikan rakyatnya "Bukan kebaikan temennya", mendengar dan mengerti kekurangan rakyatnya dan mau merubah mental busuk bawahannya.
Golput merupakan pilihan dengan hati nurani yang murni.

Saya sebagai warga yang masih golput hanya bisa berdo'a agar teman teman yang memiliki hati nurani murni supaya memilih calon Presiden yang bersih, memiliki rekam jejak baik juga perilaku amanah dan hanya Jokowi yang bisa saya rekomendasikan.

Kado untuk Jokowi akan diberikan secara tulus oleh sebagian rakyat Indonesia pada tanggal 9 Juli nanti. Salam dua jari dan salam golput.

Sunday, June 22, 2014 

Jakarta Sepi

Jakarta sepi saat Lebaran, itu hal biasa karena para warganya akan melakukan mudik lebaran ditanah kelahiran dan Anda akan nyaman berkendara kesana kemari karna Jakarta sepi ditinggal mudik. Jarak jakarta barat ke jakarta selatan bisa Anda tempuh berkendara hanya setengah jam kenapa karena jalanan sangat lenggang, Jakarta sepi saat Lebaran. Warga Jakarta pasti sangat kesenangan bisa main sepak bola di jalan "yang biasanya macet" juga sedikit lega bisa menghilangkan stress akibat kemacetan setiap hari.

Bagaimana bila Jakarta ditinggal pemimpinnya ?
Sang pemimpin Jakarta saat ini sedang menjalankan tugas penting untuk kebaikan warganya dan bahkan mungkin "teramat penting bagi negeri ini".  Jakarta Night Festival tahun 2014 sepi pengunjung  karena Jakarta ditinggal Jokowi. Untuk kita yang merasa Jakarta Night Festival tahun 2014 sepi, mungkin bukan “sepi” dalam arti kata sebenarnya yang sedang kita rasakan tetapi sepi akan sosok Gubernur Jokowi yang fenomenal dalam gayanya dan Kontroversial untuk melukis Ibu Kota Indonesia menjadi Jakarta Baru, kota modern yang tertata rapi.

Gubernur yang fenomenal dalam melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kantor kelurahan juga kecamatan dan tanpa lelah masih BLUSUKAN ke kawasan kumuh, pasar tradisional juga melakukan komunikasi langsung kepada rakyatnya. Jakarta Sepi ditinggal pemimpinnya.
Banyak sekali masyarakat Ibu kota yang kangen menantikan Gubernur Jakarta turun blusukan lagi di hari Ultah Jakarta, tapi apa daya sang pemimpin sedang menjalankan Amanah sebagian rakyat Indonesia.

Beda masyarakat Jakarta dengan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah DKI Jakarta menanggapi ditinggal pemimpinnya, bila masyarakat rindu dengan blusukan pemimpinnya maka Pegawai Negeri Sipil Pemerintah DKI Jakarta akan bersyukur pucuk pimpinannya untuk sementara meninggalkannya, kenapa ? sebab banyak yang panik sekaligus cemas akibat Sidak.

Selamat Ulang Tahun Jakarta yang ke-487 dan Selamat Ulang Tahun ke-53 Pak Joko Widodo.



Monday, June 16, 2014 

Jakarta menjadi yang terbaik di usia ke-487

Apakah Jakarta bisa seperti Sydney, Singapura atau Hong kong ?
Jawabnya BISA.

Pemimpin yang baik dan hebat adalah pemimpin yang mau kerja keras, ikhlas dalam menjalankan amanat rakyat dan selalu mendengar, melihat juga merasakan apa yang dibutuhkan rakyat.

Kita tahu Sydney merupakan surganya bagi tanaman karena disanalah tempat bagi berbagai taman. Bila Sydney surga bagi taman, lain halnya dengan Singapura yang merupakan surganya belanja. Negara kecil Singapura memang unik dan siapapun akan mengatakan bahwa Singapura adalah sebuah negara sangat kecil dan terjepit diantara negara Indonesia dan Malaysia, tetapi memiliki pelabuhan tersibuk di dunia.  Apakah Jakarta bisa seperti Hong kong, SANGAT BISA. Jakarta sangat bisa seperti Hong kong sebab wilayah administrasi khusus tersebut merupakan rujukan bagi beberapa negara dalam pemberantasan Korupsi, dan visi - misi serta program kerja yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta mengarah ke pemberantasan korupsi.

Jakarta sudah 487 tahun usianya, tidak lagi seperti kecepatan prosesor 486 tetapi langsung melejit dengan kecepatan Core 2 Duo. Saya berharap tahun depan Jakarta lebih modern dan tanpa melepaskan tradisional, karena Jakarta merupakan cermin dari kota - kota lainnya di Indonesia.

Jakarta Baru, kota modern yang tertata rapi. Itulah salah satu visi yang diterapkan pemerintah DKI Jakarta saat ini dan Visi - Misi Pemerintah DKI Jakarta adalah ....


Visi :
Jakarta Baru, kota modern yang tertata rapi, menjadi tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang berkebudayaan, dan dengan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Misi :
- Mewujudkan Jakarta sebagai kota modern yang tertata rapi serta konsisten dengan rencana Tata  Ruang Wilayah.
- Menjadikan Jakarta sebagai kota yang bebas dari masalah-masalah menahun seperti macet, banjir, pemukiman kumuh, sampah dan lain-lain.
- Menjamin ketersediaan hunian dan ruang publik yang layak serta terjangkau bagi warga kota dan ketersediaan pelayanan kesehatan yang gratis sampai rawat inap dan pendidikan yang berkualitas secara gratis selama 12 tahun untuk warga Jakarta.
- Membangun budaya masyarakat perkotaan yang toleran, tetapi juga sekaligus memiliki kesadaran dalam memelihara kota.
- Membangun pemerintahan yang bersih dan transparan serta berorientasi pada pelayanan publik.

Apakah ada Kota yang lebih bagus dari Jakarta di negeri ini ?