Saturday, October 20, 2018 

JOKOWI PEMERSATU BANGSA


Rasa cinta dan bangga dari rakyat kepada negerinya dan juga pemimpinnya.
Ray Peni adalah musisi Bali yang mencintai Negara dan Pemimpinnya.
Ekspresi cintanya, bangga bahkan kekagumannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemimpin Rakyat Indonesia, dituangkan dalam sebuah lagu dengan djudul : Jokowi Pemersatu Bangsa.

Berikut Lirik Jokowi Pemersatu Bangsa.



JOKOWI PEMERSATU BANGSA

Jokowi........... Presiden Kita
Jokowi Pemersatu Bangsa
Jokowi........... Presiden Kita
Jokowi Kebanggaan Nusantara

Jokowi....... Pemimpin Kita
Jokowi Presiden Indonesia

Merah Putih Warna Benderaku
Indonesia Nama Negaraku
Beraneka Ragam Suku Dan Budaya
Alamku Indah Bagai Surga
Aku Bangga Jadi Orang Indonesia

Pancasila Dasar Negara Ku
Berlambangkan Burung Garuda
Bhinneka Tunggal Ika Yang Slalu Menyadarkanku
Walau Beribu Pulau Memisahkan Kita
Kita Tetap Satu Orang Indonesia

Bergandengan Tangan, Berbagi Senyuman
Berbanggalah Kita Semua
Jadi Orang Indonesia
Bergandengan Tangan Dalam Satu Tujuan
Demi Kebangkitan Nusantara
Bersama Jokowi


Coda :

Saudara-Saudara Sekalian Sebangsa Dan Setanah Air
Mari Kita Buat Bangga Para Pahlawan Pendahulu Kita
Yang Telah Menumpahkan Darahnya
Demi Kemerdekaan Bangsa Ini
Dan Mari Kita Isi
Kemerdekaan Ini Dengan Sungguh-Sungguh
MENJAGA KEUTUHAN NKRI
Berhentilah Saling Menghujat
Berhentilah Saling Menghasut
Tetaplah Kita Bersatu
Dengan Demikian Kita Akan Bangga Menyatakan Diri Kita
Bahwa Kita "Orang Indonesia".


Labels: , ,

Friday, October 19, 2018 

Kampanye Yang Mengorbankan!


Kampanye damai Pemilu 2019 yaitu kampanye tanpa Hoax dan SARA!
Kampanye yang mengorbankan, akan berakibat buruk bagi kita semua.

Menyebar klaim PALSU ke media, terlihat salah, ralat dan meminta ma'af.
Menyempurnakan kebohongan agar cantik, salah lagi, klarifikasi, ma'af.
Membuat lagi namanya kepalsuan, terendus, meralat, dan ma'af.



Memang cerdik dan itu sengaja diproduksi agar masyarakat menjadi resah dan bingung.
Tujuan tercapai maka hasilnya masyarakat malas berfikir.

Jangan melihat setahun kebelakang "kampanye hitam Jakarta" lagi, itu hitam yang kotor.
Disana terlihat Putih dan Hitam, tetapi tujuan pencapaian adalah Abu-abu.
Warga sengaja dibuat resah untuk mendapatkan tujuannya.
Terbukti, resah dan bingung menjadikan malas berfikir.

Dan sekarang, jualan Nyinyir jangan langsung dibeli.
Jangan lagi melirik penjual klaim palsu, sebisa mungkin ditawar terus.
Biar penjual nyinyir berhenti jualan karena kita tawar, ditawar dan tawar lagi.

Semoga masyarakat Indonesia tidak terkecoh lagi oleh virus adudomba, sehingga bangsa yang besar ini tidak jatuh ke tangan sekelompok yang menangnya sendiri, penyebar hoax dan ujaran kebencian.


Labels: , , ,

Sunday, September 02, 2018 

Fenomena jual beli

Akhir-akhir ini di Indonesia bahkan di berbagai belahan dunia sedang terjadi fenomena yang namanya jual beli online, sebagian jualannya terdengar unik dan mengagumkan, namun sebagian lagi dirasa cukup aneh atau bahkan mengerikan. Fenomena jual beli online namanya.

Deskripsi produk atau memberi keterangan untuk produk yang akan dijual secara online merupakan suatu hal yang sangat penting, sebab penjualan online tidak sama dengan penjualan barang secara langsung yang dipajang di etalase toko. Membeli barang secara offline, anda bisa mencicipi kue atau memegang dan merasakan langsung barang yang akan dibelinya. Berbeda dengan toko online yang hanya menawarkan barangnya sebatas gambar dan keterangan saja.


Fenomena jual beli online pakemnya adalah barang dan jasa yang mana persetujuan saling mengikat antara penjual, yakni pihak yang menyerahkan barang dan pembeli sebagai pihak yang membayar harga barang atau jasa yang dijual. Sekarang ini jual beli online merambah ke penjualan produk informasi.

Pakem jual beli sedikit tergeser dengan jual obral, gejala tersebut terjadi empat tahun silam dengan menyebar informasi yang benar dengan deskripsi akurat maupun mengobral informasi bohong dengan deskripsi provokatif.

"Jual beli informasi" atau nama lainnya memberikan dan menerima informasi  marak sekarang ini dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin cepat, terutama melalui media sosial.  Kamu memberi, saya borong dan itu yang terjadi beberapa tahun lalu hingga secuil informasi hoax bisa menyebar luas seperti MLM.

Fenomena dua puluh delapan belas menuju 2019 menggenangi sebagian sosmed hingga "penjual maupun pembeli" berebut lapaknya untuk meng-obral serta berbagi informasi, yang terjadi adalah informasi benar akan ditelan dengan kesadaran dan informasi tidak benar tak sengaja tertelan juga.  Inilah strategi pemasaran jual beli informasi.

Belajarlah Memilah dan Memilih Informasi yang Benar, dan juga sebelum membeli terlebih dahulu baca Deskripsinya yang dijual, cari informasi sebanyak mungkin para penjualnya dan rekam jejaknya, sebab marak sekarang ini si penjual dengan "rating Silver dan Gold" tetapi menyelipkan juga jualan benalu dibungkus kosa kata nyinyir.

Fenomena 2014 berbeda dengan 2019, karena dulu "kamu jual, saya beli" , tetapi sekarang beda karena banyak yang mengetahui jualannya sehingga sekarang "kamu jual, saya tawar terus" hingga mereka bosan jualan.

"koq lapaknya buka tutup mulu Des", kata Ratna.
"jualan oli bekas susah lakunya Rat sekarang ini, mending jualan Ember".
"kenapa.... takut OTT ya," sanggah Ratna sambil ketawa lepas.


Labels: ,

Friday, August 10, 2018 

Di Permak

Di Permak dua kali oleh orang yang sama hanya beda waktu dan kondisi saja.
Jins dengan bahan katun ini nampak bermanfaat karena penjahit sudah merombak sebagian dari celana jeans yang sudah berumur ini, secara kasat mata tidak ada tanda perubahan tersebut tetapi bila diperhatikan maka terlihat perubahan keadaan aslinya menjadi bentuk baru.


Memermak celana berbahan katun dikarenakan kondisi badan yang berbeda, pertama beli jeans agak terlalu panjang. Mau mengikuti trend cuffing alias menggulung lipatan satu kali, double-cuff, bahkan lebih dari 3 lipatan, masih kepanjangan. Karena celana jeans terlalu panjang banget terpaksa mencari penjahit untuk merombak dan memotong menjadi lebih pas.

Celana jeans menjadi celana favorit setiap orang termasuk saya sendiri, setelah lebaran celana semakin kedodoran dan kurang nyaman meskipun dikasih ikat pinggang.
Pernah mengenakan celana yang kedodoran?
Di Permak dua kali deh sama penjahit yang sama untuk mengkondisikan keadaan yang terjadi agar tampak rapi dan berkelas, bukan dipotong lagi bagian bawah tetapi mengubah bagian pinggang.

"Siapa yang mau di Permak," kata saya kepada sepuluh kemeja yang masih tergantung di hanger.