Monday, April 15, 2019 

Kado dari Jokowi untuk Rakyat Indonesia



Kado akhir tahun 2018 diberikan Jokowi-JK kepada Rakyat Indonesia berupa "Freeport Indonesia kembali ke pangkuan ibu pertiwi" dan ditahun tersebut “Blok Mahakam di Kalimantan, Blok Rokan di Riau, dan delapan blok migas lain yang puluhan tahun dikelola perusahaan asing, kembali ke Pertamina".

Selama empat tahun masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, salah satu program yang gencar dilaksanakan adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini tidak hanya di Pulau Jawa saja tetapi di seluruh Indonesia "Indonesia sentris".  Pembangunan nasional Indonesiasentris merupakan pelaksanaan atau juga penerapan untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Masih ingat pekerjaan pemeliharaan jalan di pantai utara Jawa atau Pantura?
Tiap tahun dilakukan tambal sulam untuk jalur Pantura dan beritanya selalu heboh menjelang puasa dan lebaran, itu terjadi 5 hingga sepuluh tahun lalu.

Dengan adanya pembangunan di seluruh pelosok tanah air Indonesia, dari Sabang sampai Merauke hingga pulau terluar dan wilayah perbatasan Indonesia menjadikan Rakyat Indonesia sekarang ini merasakan akan wujud Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Tidak ada lagi kalimat "Daerah yang Dianaktirikan" karena tidak adanya pembangunan dan perbaikan, tetapi yang ada sekarang adalah daerah yang berlomba-lomba untuk merencanakan pembangunan baik di provinsi, kabupaten maupun di kota.

Banyak desa di Indonesia sekarang ini seakan berlomba menjadi desa wisata, desa berkembang dan desa mandiri, ini semua karena adanya dana desa untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Pembangunan infrastruktur sudah berjalan, baik jalur darat semisal jalan Tol hingga jalan Trans Papua yang membikin heboh rakyat di pulau Jawa, bahkan Kereta MRT (Mass Rapid Transit) di Jakarta pun banyak warga Jabodetabek kagum dan antusias mencoba transportasi baru tersebut. Ini yang disebut membangun yang belum ada dan memperbaiki yang sudah tersedia.

Pembangunan Telekomunikasi - Fiber Optik di Nusantara akan segera selesai dan Anda, Saya juga Mereka yang suka dengan kecepatan akses internet akan terwujud. Jualan online hasil kerajinan dari pelosok desa pun bisa terwujud. Ini yang disebut Negara Indonesia menuju menjadi negara maju.

Budaya Maritim Indonesia sudah terbentuk sejak lama dan baru sekarang ini membangun kekuatan laut Indonesia. Membangun pelabuhan-pelabuhan kapal, membangun Tol Laut yang bertujuan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar di Negara Maritim ini untuk pengangkutan logistik. Membangun peraturan kegiatan perikanan, menindak dan menenggelamkan kapal asing pelaku illegal fishing. Dengan peraturan serta penanganan yang benar terbukti Indonesia paling ditakuti bagi pencuri ikan di dunia dan produksi tangkapan laut di Indonesia meningkat sangat drastis.

Kado dari Jokowi untuk Rakyat Indonesia dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Membangun Peradaban Maritim Indonesia menjadikan banyak negara-negara lain salut dan memuji kinerja Kabinet Kerja Jokowi-JK, tetapi ada juga sebagian kecil saja rakyat Indonesia dan Wakilnya yang suka mengolok-olok pemerintah.

Pembangunan merata yang menyebar di luar Pulau Jawa dan ini yang Mempersatukan Indonesia.
Korupsi bukan sebagai "Oli Pembangunan" dan Lembaga Antirasua bukan untuk dibubarkan tetapi harus diperkuat. Wakil kami akan menentang koruptor dan memperkuat antirasua sedang wakilnya berfikiran sebaliknya.

Labels: , ,

Tuesday, April 09, 2019 

Mau jadi koruptor lagi ?

Jangan berharap anda mendapatkan uang toleran atas hasil kejahatan tersebut, nama baik keluarga akan terhina dimata tetangga dan saudara, bahkan anda dicap sebagai "Mantan Napi Korupsi".

Berhenti tersenyum dan tertawa bagi koruptor meskipun ada yang membela aksimu, hukuman bagi rasuah adalah jeruji besi dan memiskinkan dirimu serta harta yang mengalir ke keluargamu. Tidak ada toleran bagi koruptor.

Hentikan hayalanmu untuk mendapatkan uang pensiun bila mengembalikan hasil dari kebusukanmu, wacana itu hanya Ambigunya karena ambisius dan gengsinya yang tinggi.
Khayalan dana pensiun untuk koruptor, hanya ada di April Mop.

Ingat, kata "toleran hanya ada di kamusmu dan kolegamu, tetapi kami selalu bilang tidak ada toleransi bagi koruptor.


Labels: ,

Saturday, December 23, 2017 

Jakarta dengan 1001 masalah



Sejak jaman dahulu Jakarta dijuluki Ibukota dengan 1000 (seribu)  masalahnya, mulai dari kemiskinan juga macet hingga banjir tahunan. Banyak orang yang meragukan untuk menata Jakarta menjadi seperti Ibu Jari yang gagah mendongak ke atas, tetapi Jakarta memang harus selalu berbenah agar julukan 1000 masalah bisa terkikis menjadi 100 masalah atau hanya 10 saja.

Jakarta memang memiliki APBD paling tinggi, seharusnya masalah kemiskinan, macet apalagi banjir bisa teratasi dengan baik. Dan itu sudah di perlihatkan semenjak Jakarta masih berusia 486 yang belum Pentium, dengan menata birokrasi yang praktis, membendung aliran dana siluman dan yang pasti Pemerintahan yang Anti Korupsi.

Jakarta menjadi kota terbaik di usia ke-487 tahun dengan kota modern yang tertata rapi menjadi Jakarta Baru, bersih serta membangun budaya masyarakat perkotaan yang toleran. Terbaik karena Pemimpinnya bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengetahui apa yang harus dikerjakan. Jakarta waktu itu langsung melejit dengan kecepatan Prosesor Core generasi terbaru.

Teringat dengan Gubernur yang fenomenal dalam melakukan inspeksi mendadak (Sidak) yaitu menata kinerja Pegawai Negeri Sipil Pemerintah DKI Jakarta menjadi lebih profesional, melakukan sesuatu secara objektif, dan bertanggung jawab atas pekerjaannya. Kecepatan bekerja memang dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk mendapatkan hasil yang baik, bukan dengan kata-kata.

Memoles Kota menjadi lebih baik memang tidak semudah membalik tangan, membutuhkan proses yang lama dengan biaya yang tidak sedikit dan itu harus dikerjakan bertahap, terarah, tegas dan tentunya harus ada perubahan yang lebih baik. Bukan sebaliknya, ada perubahan tetapi tidak menjadi lebih baik.

Pemimpin yang baik pastinya memiliki fokus dan perhatian terhadap detail yang dijalankannya, mengetahui masalah, bersikap jujur, melayani, menjadi komunikator yang baik serta yang paling utama memiliki track record yang baik. Kalau pernah korupsi... ya pastinya tidak akan bersikap jujur, apalagi sikap melayani (pastinya minta dilayani).

Jakarta itu kaya, banyak duitnya makanya kalau sampai warganya miskin itu kebangetan, sungainya kotor pastinya memalukan, sering kebanjiran halah jangan menyalakan nasib. Untuk itu diperlukan pemimpin yang jujur agar duit yang notabene punya warga tidak habis dikorupsi, itulah gunanya Penjaga uang rakyat yang selalu mengawasi.

Tahun baru 2018 sebentar lagi, Jakarta harus semakin baik hingga lima tahun kedepan bukan sebaliknya. Kata engkong saya dulu yang rada pikun pernah berkata  "Kalau Tidak Bisa Membangun, Janganlah Merusak".

Semoga Jakarta tidak memiliki julukan baru dengan 1001 masalah karena Pemimpinnya.
Karena jaman Ahok "Penjaga uang rakyat yang selalu mengawasi", nah Jaman Now,  rakyatlah yang mengawasi Penjaganya.




Labels: ,

Saturday, December 09, 2017 

Hari Antikorupsi Internasional

Hari Antikorupsi Internasional adalah hari yang diperingati untuk meningkatkan kesadaran bahaya yang ditimbulkan oleh korupsi dan juga sebagai momen bagi semua pihak untuk secara bersama-sama mencari cara dan bersinergi dengan mengambil peran dalam memerangi dan mencegah kejahatan korupsi.
Hari antikorupsi internasional setiap tahun jatuh pada tanggal 9 Desember dan dirayakan oleh berbagai negara di seluruh dunia.

Di Indonesia, para koruptor masih suka cengar cengir di media televisi, senyum bangga bisa jadi pembicaraan para pencari berita dan bisa juga karena hukumannya ringan.

Teringat beberapa tahun lalu sebuah video musik yang sangat menarik karena beberapa liriknya dikutip dari berbagai ungkapan para pemimpin daerah dan menjadikan Video speech composing - Sikat Habis! trending topic di Indonesia.

Berikut Video speech composing AHOK - Sikat Habis! karya Eka Gustiwana;



Kutipan lirik nyanyian "Sikat Habis"

Jelas!?
Gila... Nyolongnya luar biasa
Siapa yang bisa menjelaskan ke saya ?
Apa ini ? Apa ini ?
Lu orang paling hebat
Sangat keterlaluan
Lu orang paling pinter
Mencuri uang rakyat
Sebagai pejabat
Harus punya nurani
Saya penjarakan !
Saya pecat kalian semua !
Penjarakan !
Saya pecat !

SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !

Sebuah negara runtuh
Karena pejabatnya suka menyuap
Suka melanggar
Suka korupsi
Seluruh rakyat Indonesia melihat !

Kalau ada, kalau ada
Pegawai-pegawai nakal
Ya sudah, ya sudah...
Kami langsung berhentikan
Kami langsung berhentikan
Hari ini !
Pecat !
Hari ini !
Ojo ngapusi mas

SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat

Rakyat Indonesia membutuhkan
Pemimpin-pemimpin yang jujur
Bukan suka melanggar
Sika Korupsi
Seluruh rakyat Indonesia melihat !

SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !

Labels: ,

Tuesday, November 28, 2017 

Kangen dengan "Pemahaman nenek Lu!"





Basuki Tjahaja Purnama juga dikenal sebagai Ahok.
Dia penjaga uang rakyat dan untuk itu dia benci dengan para koruptor.
Dahulu penjaga selalu mengawasi anggaran agar tidak di korupsi.
Penjaga tahu betul seluk-beluk korupsi dan cara memberantaskannya, hingga tertuang kalimat "Pemahaman nenek Lu!".
Penjaga uang rakyat yang selalu mengawasi.

Dan sekarang, rakyat yang selalu aktif mengawasi penjaganya.

Labels: ,

Saturday, February 11, 2017 

Koruptor Bermental Pengemis



Koruptor bermental pengemis karena hanya meresahkan Rakyat.
Malu atau takut dipermalukan maka rame-rame menyerahkan uang hasil korupsi.

Labels: ,

Thursday, May 05, 2016 

Maaf saya korupsi


Karena dengan perilaku tersebut membuat kerja semakin semangat dan semakin tinggi dosis untuk korupsi maka cara bicaraku akan semakin pelo hingga lupa bahkan pikun untuk mengingatkan tentang kebenaran. Jangan bicara kamus kebenaran atau kemakmuran, itu semua tidak ada dalam otak tumpulku karena makna akan kebusukan, memutarbalik bahkan merusak sudah menjadi hobi atau mainanku. Hanya keluarga dan teman yang bisa aku maafkan, itulah perilaku ku.

Memanusiakan Binatang dan Membinatangkan Manusia merupakan pola fikiranku, hanya keluargaku yang bisa aku manusiakan.

Jangan pernah me-maaf'kan aku karena dalam kamusku tidak ada kata atau kalimat maaf, dalam darahku mengalir darah maling yang selalu berjuang untuk melawan kejujuran. Bila ada pemimpin yang bersih, transparan, dan profesional akan aku sumpal dengan isu negatif. Budaya baru yang kami bangun jangan sampai terkikis oleh segelintir pemimpin yang bersih. Kami membangun budaya Korupsi berjamaah dengan susah payah, keluarga dan teman selalu mendukung langkah maju budaya kami, jangan memaafkan perilaku ku ini. Korupsi akan memperlancar jaringan dan menambah kualitas kerja kami.

-----

Nah.... itulah jahatnya para bandit berdasi sekarang ini, makin berani melawan pemimpin yang bersih dan memutar balik fakta, bahkan mempengaruhi para manusia yang tidak mengetahui.
Wajib hukumnya para koruptor dihukum berat, dimiskinkan serta dicabut hak politik dan mereka para bandit juga harus dipermalukan secara sosial.

Labels: ,