« Home | SPAM dan seni menempel » | LUBANG » | Operasi Plastik » | Sebarkan semangat solidaritas » | Namanya Asih » | Virus abang » | Terasa malam ini » | Gali lubang tutup lubang » | Kesenjangan tlah tercipta » | Kelakar kurang bagus » 

Thursday, September 28, 2006 

Keselek biji kedondong

Melintasi sisi pusat Jakarta disiang bolong, tidak kudapatkan kesunyian seperti kampung halaman.   Hilir mudik orang Metropolitan tanpa senyum dan terlihat tatapan wajah saling curiga, meninggalkan jejak gelombang-gelombang perang berkecamuk hingga aku seperti berada di tengah permainan itu.

Jakarta terlampau sibuk dengan urusan dunianya.

Dongkol, gondoq melintasi trotoar beton di sepanjang Kramat Raya
memperdengarkan ayunan sepatu pembungkus jempol kaki yang bolong
Isi kepala rupanya sedang melayang seperti layang-layang....
Karena kehilangan keberanian terhadang tiga preman jalanan

Detak jantung berdenyut tak terkontrol
tak ada kata terucap.. tubuh lelah ..
yang ada hanya duka dan kelam

Isi dompet beralih ke genggamannya
aku putuskan untuk diam
sementara alat komunikasi masih berada dalam saku
terdengar kalimat dari bibirnya, Ayo dong... keluarkan dong isinya dong...
tak sadar kuberucap, artinya apa dong....?
..... Keselek biji kedongdong.... tantang nafsunya.

Lukisan lukisan pada tiang beton yang menyangga jalan. aku lihat geliat dari yang membuat. tapi apa?
tak seperti aku melihat geliat yang keluar dari ucapannya....

wahahah ahahaha ahahahah..ah...uh...kaga ngerti ni bang..:-/

ada2 aja akang ini..ekkekkekek

halah pepeng ki lo melu melu..bang, pepeng tak antemi yo?

baru kena todong, bung? turut berduka cita.. ck, kapan ya jakarta bisa aman dan ramah buat pejalan kaki?

www.alienaa.com kalo mo cari annika...hehehe gabungan antara friendster dan sebangsa simulasi kaya The sims (tp browser based)

lain kali hati-hati dan 3w waspada,was-was dan waskito

waduh...jakarta selalu. Bikin saya kangen jakarta nih... T_T

Post a Comment

Links to this post

Create a Link