Thursday, March 18, 2004 

Roti bakar sedikit Gosong

Malam ini pukul 21.15 wib, aku sempat kesel dan stres karena memikirkan jalanan di Jakarta yang sudah tidak bersahabat lagi. Kemacetan timbul dimana-mana, pembangunan tak terkontrol oleh pemerintah, pekerjaan yang tidak profesional dilakukan kontraktor dan terdengar nyaring bisikan penyiar radio FM Metro di 91.10 Mhz tentang macet, macet serta macet.

Disamping keyboard, sepotong roti bakar yang terbeli di Roti Bakar Pulo Mas tak tersentuh sama sekali. Lucu bila membayangkan roti bakar sedikit gosong ditaburi keju yang hampir menutupi roti tersebut, geli dan senyumpun terlihat didepan bayangan kaca.   Bila teringat kemacetan sore tadi di sekitar pasar Senen, itu yang hampir sama dengan roti bakar gosong ditaburi keju yang sekarang ada di depan mata kepalaku.
Pembangunan di mana-mana, proyek serentak dilaksanakan, janji-janji akan dilaksanakan dengan secepatnya pekerjaan tersebut, solusi diobral agar kemacetan tidak terjadi kala pembangunan dijalankan dan yaaaa.... itu seperti roti bakar sedikit gosong ditaburi keju. Sudah jelas pelanggaran yang dilakukan kontraktor, pekerjaan yang tidak profesional, beban moral waktu tenaga serta biaya dibebankan kepada masyarakat eeehh yang memiliki kerjaan dan uang (pemerintah DKI/DPU) tidak menindak dan menegornya. Apabila calon mertuaku yang jadi pimpinannya maka akan kumarahin mertuaku itu dan kusuruh membuat permintaan maaf kepada masyarakat karena rencana pekerjaan pembangunan tidak sesuai serta mengakibatkan kemacetan berkepanjangan. Tidak itu saja, ku khan memberikan solusi kepada calon mertua agar pekerjaan yang dilakukan para kontraktor dilaksanakan siang malam supaya tidak menjadikan beban masyarakat. Dan kuberikan dukungan kepada calon mertua bila mengawasi langsung dilapangan daripada hanya menerima informasi lisan maupun tertulis dibalik meja kerja. Tak lupa akan kupuji, apabila calon mertuaku mengganti para kontraktor yang tidak mampu bekerja secara profesional kepada calon kontraktor yang mengerti akan etika kerja.
Apalagi yaaa........ pokoknya tidak seperti roti bakar sedikit gosong ditaburi keju.

Nah lhoo kasihan tuh yang diomongin, sudah setengah jam dikritik, dicuekin, kedinginan lagi tak tersentuh sama sekali.   Hee..hee..he.. tahan banting juga setelah setengah jam tergeletak didepan mata kepala, masih enak juga ya roti bakarnya.

Sunday, March 07, 2004 

Molornya Proyek Pembangunan di Ibu Kota

Setiap hari dari hari Senin sampai Jum'at, aktifitas kekantor selalu melalui Proyek Underpass Senen. Macet serta macet mewarnai perjalanan dan timbul apa yang dinamakan stres.

Bila diperhatikan seksama, proyek tersebut dimulai pekerjaannya tiga bulan sebelum tahun 2003 dan kalau tidak salah rencana selesainya proyek tersebut adalah 5 bulan atau 150 hari kalender. Informasi ini jelas di tulis pada papan pengumuman rencana pembangunan proyek underpass senen. Bila pekerjaan proyek dilaksanakan Oktober 2003 maka harusnya bulan ini sudah selesai aktifitas pembangunan Underpass Senen. Jujur saja nih, kalau dilihat seksama pekerjaan tersebut bukannya membuat nyaman warga tetapi malah semakin membikin stres warga. Misalnya saja hal yang kecil yaitu bila kita melewati lokasi proyek sebelum dan setelah rel kereta api maka kenyamanan tidak pernah diperhatikan kontraktor proyek. Seharusnya jalan yang rusak tersebut diperbaiki, legokan aspal di sisi-sisi rel kereta api diratakan dan ini akan membuat sedikit lancar arus lalu lintas. Pengalaman pembangunan Underpass Pramuka, pekerjaan kala itu sangat molor berakibat kemacetan berkepanjangan. Kenapa kontraktor pembangunan Underpass Senen tidak belajar dari pembangunan Underpass Pramuka, seharusnya pekerjaan tersebut dikerjakan siang malam meskipun biaya sedikit membengkak, tetapi nama baik, waktu serta reputasi perusahaan akan didapatkan. Apabila kita mempelajari isi kontrak kerja dengan pemerintah, disana akan tercantum (kalau tidak salah) "Apabila pekerjaan pembangunan tidak selesai sesuai waktu yg disepakati maka pihak kontraktor akan dikenakan pinalti dan denda .....sekian persen..... dari nilai kontrak". Nah.... apakah pembangunan fasilitas umum yang ada di Jakarta ini selalu sesuai prosedure?

Sudah dua minggu ini papan pengumuman pembangunan underpass senen tidak ada, mungkin dicopot sementara atau ...... Kalau tidak salah di papan pengumuman tersebut tertulis; pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh kontraktor PP (Pembangunan Perumahan), pelaksanaan pekerjaan selama 150 hari kalender, saran bisa dialamatkan ke DPU, dll.

      >> Terlihat