Thursday, July 29, 2004 

Senandung Audy dalam mobil

Semilir udara dingin menerpa raut muka yang sedang terlelap dalam mimpi dan senandung Audy terdengar pelan tuk membangunkan diri ini.   Terlihat santai bapak sopir satu ini yaitu Nepo untuk menjalankan mobil di padatnya kota Metropolitan. Selintas kalimat demi kalimat dalam senandung Audy mengingatkan akan perjalanan hidup pada dua bulan terakhir ini.
      "Kau telah hadirkan dia untuk menggantikan aku. Tanpa kau sadari aku takkan pernah terganti"


Lupa judulnya ....

Kau sempat ucapkan pisah
Saat kuberanjak pergi Tapi perasaanku
Tak berpaling darimu

Kau ucapkan jangan pergi Saat ku datang kembali
Tapi luka ini
Tlah membeku tak mencair

Tahukah kamu
Semalam tadi
Aku menangis
Mengingatmu mengenangmu
Mungkin hatiku
Terluka dalam
Atau selalu
Terukirkan kenangan kita

Kau telah hadirkan dia
Untuk menggantikan aku
Tanpa kau sadari
Aku takkan pernah terganti

Kau ingin tinggalkan dia
Dan menyandingku kembali
Ini takkan adil
Untukku ataupun dirinya




Monday, July 05, 2004 

Pemilu di Ibu Kota

Beberapa hari lalu, semua Media elektronik maupun Cetak tak henti-hentinya menginformasikan akan kampanye. Dari kampanye ilegal "terselubung" sampai kampanye yang legal. Semarak memang kondisi di negeri ini serta meriah apabila kampanyenya dilakukan dengan cara cara yang unik serta menarik.

Tiba di hari pemilihan calon Presiden di negeri ini, semua warga pada memilih calonnya serta masing masing pemilih pastilah memiliki tanda pada jari kelingking yaitu tanda tinta hitam. Terik mentari yang menyelimuti kota Jakarta tak mempengaruhi warganya tuk berbondong bondong dilokasi pemilihan dan raut muka bahagia tersirat para warga. Beberapa gambar hasil jepretan jemari ini bisa dilihat dan syukur aku ucapkan kepada para calon pemimpin di negeri ini, semoga perubahan nyata dalam hal kemakmuran serta rasa damai bisa terwujud. Amien.

      >> Terlihat