Tuesday, October 31, 2006 

SMS Lebaran



Melihat SMS di HP begitu banyak yang kuterima terutama menjelang dan sesudah Lebaran.  Bermacam-macam kalimat untuk bersilahturahmi, berucap ma'af, maupun saling merayakan.  Hakekat semua itu adalah simbolik solidaritas sosial-kemanusiaan antar umat manusia dan spiritual budi yang fitri.

Beberapa bunyi SMS Lebaran yang tersimpan :

Taqobbalallahu minna wa minkum, Slmt hari raya idul fitri 1427H. Minal aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir&bathin. Smga kita kembali fitrah.   (from : Dessy)

Kumandang takbir menggema seiring perginya bulan terkasih, melahirkan fitrahnya hati utk buka pintu jiwa akan hausnya rasa cinta kasih sesama. Cinta dan kasih adlh bekal utk menguntai persaudaraan dan menjalin silaturahmi. Andai tangan tak dpt berjabat setidaknya kata msh terucap "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN"   (from : Awie-jonet)

KE PASAR ROXI JUALAN PULSA, JGN LP MEMBELI ROTI, GAK PEDULI (LEBARAN) SENIN/SELASA, SUCI KAN HATI DIHARI FITRI. "MNL AIDZIN WAL FAIDZIN".   (from : Seno & keluarga)

Walau jari tak dapat berjabat, tapi hati yg tulus tetap berucap 'Selamat Hari Raya Idul Fitri' mohon maaf lahir & batin.   (from : Rudin N Keluarga)

Mosok ben tahun aku akeh salahe cak karo peno, sak iki tak tebus salahku "MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN sepurohe sing kathah LAHIR lan BATIN". Wes kosong-kosong yo cak.   (from : Albert Rio)

Meskipun Kawah LAPINDO tiap detik menyemburkan lumpur, takkan surut hati ini berucap syukur. Sekeluarga mengucapkan Minal aidzin wal faidzin mohon ma'af lahir dan bathin.   (from : Ifan T & Kel.)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1427H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.   (from : Giok)

From the deepest of my heart, may i apologize for all of my mistakes during our friendship. Let us star a new beginning on this holy day. Happy idul fitri.   (from : Ewien S)

Friday, October 13, 2006 

Kadaluarsa

Mungkin sudah ratusan kendaraan bermesin yang kulihat melintasi jalan raya dihadapanku, berteduh di halte UKI dari sengatan panas hingga mentari menenggelamkan dirinya.  Semuanya melaju, hilang dan muncul lagi yang lainnya. Terus berganti tanpa ada hentinya.

Semua orang sibuk sejak fajar menyingsing hingga muncul lagi fajar yang berikutnya, mungkin ini yang disebut “kota yang tidak pernah tidur“.

Berjalan melewati trotoar yang tetap setia berada di samping jalanan, semakin lama semakin tidak mengenal kota ini karena pembangunan fasilitas umum begitu pesatnya, sebegitu lambatnya.  Fenomena lain yang cukup membuat berkerut kening adalah kemacetan di “kota yang tidak pernah tidur“ ini.

Melihat kenyataan tersebut, kadang rasa kagum dan bangga terlintas dalam angan, bahkan sering bertanya dalam keheningan malam; esok merasakan dampak apa lagi selain BBM terkuras habis dan stress ??!!

Kopi ABC panas mengepulkan aroma wangi hingga disudut ruangan. Tanpa disengaja, roti tawar coklat yang tinggal dua sisir telah berubah warna menjadi kehijauan dan kurang bagus bila mengkonsumsinya.  Batas waktu telah terlewatkan, dianjurkan mengkonsumsi sebelum tgl 11 Okt 2006 dan tertulis dalam pengikat kemasan plastik.
Hmmm... hanya kopi yang bisa kunikmati.


Komitmen dalam bentuk apapun tak akan ada artinya bila semua itu diabaikan, dilanggar bahkan idealis berubah.   Jangan sampai suatu proyek selalu mengorbankan masyarakat. Mempertanyakan seberapa waktu yang semestinya dilakukan dalam menyelesaikan proyek dan alangkah baiknya pengerjaannya dilakukan siang malam juga ada kontrol dari dinas PU. Memantau dan menindak kontraktor merupakan kewajiban dinas PU.   Kalau masyarakat ? hanya bisa mengeluh, protes, demo dan berakhir menjadi pesakitan.

Seandainya teori Kadaluarsa diterapkan oleh PU maka bisa sedikit mengurangi kejenuhan dan bahkan meningkatkan profesionalisme serta tanggungjawab pihak kontraktor.

Saatnya belajar menabuh beduq di bulan Ramadan.